Seperti dikutip dari Forbes, Sabtu (7/9/2013), hasil survei emas minggu Kitco menunjukkan dari 20 responden pada pekan ini, sekitar 13 responden memprediksi harga emas akan naik, sementara 6 orang yakin harga bakal merosot, sedangkan satu orang responden memilih netral.
Para responden terdiri dari para distributor emas, sejumlah bank investasi, penjual emas, manajer keuangan dan para analis grafik harga emas.
Mayoritas responden optimistis harga emas bakal terus melejit menyusul lemahnya data nonfarm payrolls AS. Kenaikan harga emas juga juga didukung kekhawatiran tentang suriah.
Sementara, responden yang melihat harga bakal melemah, menyatakan kecewaannya karena emas tidak kembali ke level US$ 1.400 per ounce pada penutupan perdagangan Jumat.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$ 13,5 atau 1% menjadi US$ 1.386,5 per ounce. Sementara harga perak untuk pengiriman bulan yang sama naik US$ 63,6 sen, atau 2,7 menjadi US$ 23,891 per ounce.
Ahli Strategi Pasar, Adam Klopfeinstein berpendapat, meski harga emas bisa menguat minggu depan, namun dia tidak melihat peluang bagi para pedagang untuk memanfaatkannya untuk menjual koleksi emasnya.
"Pada akhir minggu depan, saya memprediksi harga akan ditutup lebih rendah dari pada pekan ini," katanya. (Ndw)
Sumber artikel: http://bisnis.liputan6.com
0 coment:
Posting Komentar